Cara Memenangkan Pilkada Jateng 2018 dengan Digital Marketing

00.03

Related image

website untuk caleg - Pemilihan kepala daerah 2017 baru saja selesai, akan tetapi dalam beberapa waktu ke depan, kita akan menyongsong kembali meriahnya pesta demokrasi rakyat 2018 atau Pemilihan kepala daerah 2018. Pemilihan kepala daerah serentak nasional ke-3 ini akan di ramaikan oleh 171 daerah di Indonesia, salah satunya 17 propinsi, 115 kabupaten, serta 39 kota. Semakin besar dari Pemilihan kepala daerah awal mulanya yang cuma dibarengi oleh 101 daerah di Indonesia. Telah bisa kita pikirkan bukan begitu lebih semaraknya Pemilihan kepala daerah 2018 kelak.

Pasti kita masih tetap ingat begitu sengit serta panasnya Pemilihan kepala daerah 2017 bergulir. Salah satunya daerah yang menarik perhatian kita ialah Pemilihan kepala daerah Jakarta. Dengan diwarnai beberapa rumor dari semasing tim, Penentuan Gubernur Jakarta sukses membuat mata kita tertuju pada ke-3 pasang calon. Hal seperti ini tidak lepas dari kemampuan taktik semasing team kampanye dalam mempromokan ke-3 pasang calon. Tidak bisa kita pungkiri, salah satunya taktik itu ialah lewat kemampuan sosial media, atau dalam cakupan lebih luas bisa kita ucap menjadi taktik digital marketing.

Masa Baru Kampanye Politik

Dunia tetap beralih ikuti perubahan tehnologi. Pergantian ini juga mencapai dunia politik, terutamanya dalam langkah memenangi satu penentuan umum atau dalam kata lainnya taktik kampanye politik. Sebelum membaca artikel ini sampai tuntas, sebaiknya kita tahu berapa besar tehnologi sudah merubah taktik kampanye politik pada saat sekarang.

Pergantian ini diawali saat Obama memakai kampanye digital menjadi langkah baru untuk lakukan kampanye dalam pilpres Amerika Serikat tahun 2008. Dalam kata lainnya, Obama dengan spesial manfaatkan kemampuan digital, baik lewat internet ataupun alat elektronik yang lain menjadi media promo kampanye politiknya. Langkah tersebut sukses dengan sukses mengantarkan Obama pada kemenangan sampai pada akhirnya bisa pimpin negara adidaya itu saat dua periode.

Kampanye digital Obama dinilai sama lewat cara kampanye John F. Kennedy yang merengkuh kemampuan media tv untuk kali pertamanya dalam histori pilpres Amerika pada eranya. Dari kampanye digital itu, bisa kita lihat kapasitas dari team digital marketing Obama. Semua segi digital dari mulai membuat website sah politik, memakai sosial media, pengoptimalisasian SEO, menempatkan digital ads, e-mail marketing, sampai mobile marketing, betul-betul diaplikasikan oleh team digital marketing Obama. Maksudnya ialah untuk mencapai semua calon pemilih, bangun database simpatisan, menumbuhkan kredibilitas serta merajut jalinan komunikasi diantara Obama dengan beberapa pendukungnya. Kampanye digital Obama dapat dibuktikan ampuh mengumpulkan nada sekitar 52,9% di hari penentuan serta menggalang dana kampanye mendekati 200 juta dolar atau sama dengan 2 juta dolar /hari cukup dengan donasi online lewat website sah politiknya.

Kunci Sukses Kemenangan Trump

Belumlah pas satu tahun berlalu, persisnya pada November 2016, pilpres Amerika Serikat kembali diselenggarakan. Enam minggu sesudah hari penentuan, Trump dinyatakan menjadi presiden ke-45. Kemenangan Trump ini spontan mengagetkan banyak pihak, karena perkiraan beberapa analis awal mulanya yang mengatakan Hillary Clinton menjadi pemenang. Banyak spekulasi banyak muncul tentang kemenangan Trump. Akan tetapi, sebelum kita berspekulasi lebih jauh, mari kita lihat taktik digital marketing yang dikerjakan oleh Trump.

Sosial media serta Proyek Almano, yaitu proyek yang berisi info data masyarakat Amerika sekitar 220 juta orang, jadi kunci utama keberhasilan Trump memenangi kursi kepresidenan. Parscale menjadi ketua team digital marketing kampanye Trump, menuturkan selanjutnya jika Facebook lewat feature Facebook Ads dan Twitter adalah dua sosial media utama yang begitu punya pengaruh dalam kemenangan ini. Saat HiIlary habiskan dana kampanye sampai lebih dari dua juta dolar untuk iklan TV, Trump cuma habiskan tidak lebih dari 1/2 biaya Hillary. Hal seperti ini karena jika semenjak awal Trump condong pilih untuk lakukan kampanye politik dengan digital menjadi taktik utama.

Lewat beberapa feature yang ada di Facebook Ads serta dibantu dengan data masyarakat yang dipunyai, team digital marketing Trump bisa mengatur taktik untuk bagikan pesan kampanye pada kelompok spesifik dengan lebih spesifik serta tepat sama dengan tujuan pemilih yang diharapkan oleh Trump. Hal seperti ini searah dengan taktik Trump untuk mencapai nada dari kelompok kulit putih idealis, termasuk juga nada kulit putih simpatisan Hillary. Sedang lewat Twitter, Trump manfaatkan website media sosial itu dengan lebih personal untuk tunjukkan kepribadian dan mengalirkan pemikiran-pemikirannya, baik yang berbentuk kontroversial ataupun tidak. Buat Trump, sosial media tidak cuma menjadi media untuk sebarkan pesan-pesan kampanye yang telah direncanakan awal mulanya, tetapi sebagai alat komunikasi utama untuk berhubungan dengan cara langsung serta lebih dekat dengan beberapa pendukungnya.

Jokowi: Media Sosial serta Jaringan Relawan

Sosial media sudah jadi kemampuan terpenting pada pilpres di Indonesia tahun 2014. Pada tahun itu, seputar 88 juta orang Indonesia telah memakai internet dengan aktif serta 86% salah satunya telah terhubung internet dengan mobile. Termasuk juga di dalamnya, seputar 69 juta orang adalah pemakai aktif Facebook tiap-tiap bulannya. Dalam kata lainnya, seputar 98% market share sosial media dikuasai oleh Facebook, dibarengi oleh Google Plus pada rangking ke-2 dengan 54%, serta Twitter pada rangking ke-3 dengan 44%.

Akan tetapi, untuk kali pertamanya sosial media dipakai menjadi fasilitas kampanye ialah pada penentuan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012 oleh Jokowi. Saat itu, Jokowi malas memakai langkah kampanye konvensional, seperti menempatkan baliho, dan lain-lain, dengan argumen takut mengotori Jakarta. Jokowi juga pilih kampanye digital dengan manfaatkan kemampuan sosial media menjadi fasilitas kampanye serta masih meneruskan langkah tersebut waktu pilpres tahun 2014.

Langkah Jokowi itu adalah langkah yang efisien serta pas. Karena, sosial media mempunyai keunggulan agar bisa dibuka dimanapun serta setiap saat. Satu penelitian dari Amerika pada tahun 2014 tunjukkan Indonesia menjadi negara dengan pemakaian hp paling tinggi didunia dengan waktu penggunaan rata-rata 2,5 sampai 3 jam satu hari. Diluar itu, ada cenderung buat orang Indonesia selalu untuk terhubung internet pada hp hampir setiap waktu untuk memperoleh info paling baru. Selain sosial media, Jokowi juga manfaatkan website sah politiknya untuk bangun database simpatisan serta menjaring beberapa relawan. Dengan pertolongan dari beberapa relawan, akses kampanye Jokowi jadi lebih luas serta tidak hanya terbatas.

Kesempatan Digital Marketing pada Pemilihan kepala daerah Jateng 2018

Jawa Tengah adalah satu diantara 17 propinsi yang akan ikuti pesta kontestasi politik pada Pemilihan kepala daerah 2018. Tingkatan pemilihan kepala daerah sendiri akan diawali serentak pada bulan Oktober yang akan datang. Akan tetapi, waktu kampanye baru akan diawali pada 15 Februari 2018 yang berjalan saat 4 bulan. Sebelum sampai pada saat kampanye yang cuma tinggal mengkalkulasi bulan, mari kita lihat kesempatan memakai digital marketing pada Pemilihan kepala daerah 2018.

Menurut hasil survey yang dikerjakan oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Layanan Internet Indonesia), pemakai internet di Indonesia pada tahun 2016 telah sampai sebesar 51,8% atau sama dengan 132,7 juta pemakai, apabila disaksikan lewat lokasi pemakainya, pulau Jawa tempati posisi paling atas dengan persentase sebesar 65% atau sama dengan 86,3 juta pemakai. Hasil survey juga mengatakan jika sosial media adalah type content yang seringkali dibuka oleh orang Indonesia, yaitu sebesar 97,4% atau sama dengan 129,7 juta orang, di mana Facebook masih tetap jadi primadona di Indonesia menjadi sosial media dengan jumlahnya pemakai aktif paling banyak, yakni sebesar 71,6 juta pemakai.

Berdasar pada hasil dari survey itu, bisa kita lihat jika kemampuan kampanye digital menjadi langkah untuk menjaring nada pemilih masih tetap begitu berkaitan untuk dikerjakan. Tiada tidak pedulikan kampanye dengan konvensional, tidak ada kelirunya coba taktik digital marketing menjadi langkah untuk memenangi Pemilihan kepala daerah Jateng 2018. Tidak hanya bisa mengirit cost, kampanye lewat sosial media sangat mungkin tiap-tiap pasangan calon pemimpin untuk lakukan komunikasi dua arah serta bangun jalinan lebih dekat dengan emosional dengan beberapa pemilihnya.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe